Tentang Jurnal
| Panduan Penulisan |
| Cara Pengajuan |
| Template Artikel |
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Islamic Centre Demak
Pernyataan kode etik ini merupakan standar perilaku bagi semua pihak yang terlibat dalam proses penerbitan naskah, yaitu: Penulis, Editor, Mitra Bestari (Reviewer), dan Pengelola Jurnal.
Orisinalitas & Plagiarisme: Penulis harus memastikan bahwa karya yang dikirimkan adalah asli. Segala bentuk plagiarisme adalah perilaku tidak etis dan tidak dapat diterima.
Status Naskah: Penulis tidak diperkenankan mengirimkan naskah yang sama ke lebih dari satu jurnal secara bersamaan (multiple submission).
Sumber Referensi: Penulis wajib memberikan sitasi yang tepat pada setiap pernyataan, data, atau ide yang dikutip dari karya orang lain.
Signifikansi Penelitian: Naskah harus memberikan kontribusi nyata pada pengembangan ilmu agama, khususnya kajian Al-Qur’an dan Hadis.
Objektivitas: Editor mengevaluasi naskah semata-mata berdasarkan kualitas intelektual dan kesesuaian dengan fokus/skop Jurnal Al-Wasithoh tanpa memandang latar belakang penulis.
Kerahasiaan: Editor tidak boleh mengungkapkan informasi apa pun tentang naskah yang masuk kepada siapa pun selain penulis, reviewer, dan tim redaksi.
Keputusan Publikasi: Dewan redaksi bertanggung jawab memutuskan naskah mana yang layak diterbitkan berdasarkan hasil tinjauan dari mitra bestari dan kebijakan penyuntingan.
Kontribusi Keputusan: Reviewer membantu editor dalam mengambil keputusan editorial dan membantu penulis meningkatkan kualitas naskahnya melalui saran yang membangun.
Kerahasiaan & Objektivitas: Setiap naskah yang diterima untuk ditelaah harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Penilaian harus dilakukan secara objektif dengan argumen yang jelas.
Ketepatan Waktu: Reviewer yang merasa tidak kompeten atau tidak memiliki waktu untuk menelaah naskah harus segera menghubungi editor agar proses dialihkan ke pihak lain.
Mengingat fokus Jurnal Al-Wasithoh adalah ilmu agama, Al-Qur'an, dan Hadis, maka ditambahkan poin khusus:
Amanah Ilmiah: Penulis wajib menjaga integritas dalam penulisan ayat Al-Qur'an, takhrij hadis, serta penyebutan sumber-sumber kitab klasik (turats).
Kedalaman Kajian: Naskah diutamakan berupa hasil penelitian atau kajian mendalam yang relevan dengan kebutuhan umat dan perkembangan akademisi saat ini.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur‘an (STIQ) Islamic Centre Demak